Menggali Ide Kreatif

Mungkin saya yang tidak punya jurus, sehingga amunisi tidak mengenai sasaran. Kata orang, ada senapan, ada peluru tapi senapannya “mejen” alias macet. Yang keluar sama-sama bunyi dor, tapi amunisinya tetap ngendon didalam senapan. 

Seperti saya saat ini, materi kreatifitas dan inovasi saya isi dengan mengajak siswa membuat ide kreatif tentang memanfaatkan sumberdaya yang ada di rumah. Sebagai narasi, saya sampaikan tentang apapun yang dimiliki dan ada di rumah bisa dimanfaatkan dan memiliki bahkan menambah manfaat secara ekonomi, social dan budaya. Apapun itu. 

Saya mengajak siswa untuk bersama-sama menggali dan menyadari semua yang ada disekitar rumah kita memiliki potensi yang bisa diberdayakan, dimanfaatkan dan memiliki nilai guna bahkan nilai ekonomis.  Sengaja hal ini saya tuangkan dalam sisipan materi, dengan harapan akan timbul ide cemerlang dari mereka, bagaimana memanfaatkan waktu, biaya dan sumberdaya  dengan baik. Sehingga tidak ada yang sia-sia. 

Alhamdulillah, ada beberapa ide bagus. Bahkan ada beberapa ide yang diluar prediksi saya. Jenius. Saya menghargainya sebagai hasil karya yang luar biasa untuk anak seusia mereka. Ada juga yang standar, seperti yang saya prediksikan. Akan tetapi ada juga yang tidak nyambung. Tapi ini bukan salah mereka, mereka hanya perlu dorongan dan motifasi untuk memahami narasi dan literasi. 

Memang tidak mudah menggali ide kreatif. Kadang kita harus berfikir “out of box”. Orang jawa bilang “pikiran sing ora nalar”. Harus ada motifasi, ambisi dan diimbangi dengan empati. Istilah ilmiahnya “visi dan misi”. Apapun sebutannya ide kreatif tidak akan muncul jika tidak ada hal yang melatar belakangi. Ada istilah lagi “the power off kepepet”. Ide kreatif kadang muncul saat kepepet, dan itu biasa terjadi (penulis juga biasa begitu….moodi).

Kembali kepada menggali ide kreatif siswa. Banyak hal yang  dapat disuguhkan agar ide kreatif siswa bisa muncul. Tetapi yang harus diingat adalah bagaimana pintar-pintarnya kita bisa menggiring jalan pikiran mereka agar bisa “nyambung” dengan yang diharapkan. Stimulus atau rangsangan agar ide kreatif muncul sepertinya harus dihadirkan. Sebab kadang hal yang sebenarnya sangat sepele tetapi tak pernah terpikirkan.

Seperti penugasan hari ini. Saya ingin siswa membuat ide kreatif dengan memanfaatkan ruang kosong dibelakang rumah dengan situasi dan suasana yang sudah digambarkan dalam bacaan. Ada yang bisa langsung masuk sehingga bisa membuat ide kreatif dengan baik, tetapi ada yang tidak ngeh dan tidak nyambung. Tapi tidak apa-apa, yang penting mereka sudah berusaha. Hanya butuh waktu dan kesabaran saya untuk membimbingnya.

Semoga bermanfaat

By Umi Fadilla