Who Am I..????
Tak kenal maka tak sayang. Tak sayang maka tak cinta. Ungkapan ini sering kita dengar saat kita berhadapan pada situasi atau hal yang baru. Mudah dicerna kata-kata itu, tapi kadang sulit untuk dipahami atau dilaksanakan. Begitu juga dengan bagaimana kita memahami apa yang ada pada diri kita, bagaimana kita, apa yang kita miliki dan apa kemampuan kita. Mengapa saya memulai tulisan ini dengan ungkapan tersebut? Itu tidak lepas dari pembahasan kita berikut ini.
Tapi guys, ini bukan tentang cinta yang biasa kita dengar itu ya….ini tentang interpreneurship. Akan tetapi, mohon maaf jika tulisan ini terkesan menggurui. Akan tetapi bukan itu maksudnya, mungkin saya kurang pintar memilih kata-kata. Saya hanya ingin menuangkan apa yang ada dalam pikiran dalam tulisan ini.
Mengajar di kelas, berhadapan dengan siswa dengan berbagai macam karakter, tentulah itu tugas kita. Dengan segenap kemampuan yang dimiliki, bapak-ibu guru bisa memahami karakter dan kemampuan dari masing-masing siswa. Dibalik tingkah menggoda mereka, tentulah kita memliki keyakinan mereka memiliki segenap kelebihan yang kadang mereka sendiri kurang memahami.
| Siapa saya, saya bisa apa, saya harus bagaimana, apa yang harus saya lakukan, bagaimana? ….mencari dan terus mancari jawabannya. |
Tugas kita adalah mengulik, menggali, memfasilitasi dan mengarahkan kemampuan dan kelebihan yang mereka miliki untuk terwujud menjadi suatu produk yang bisa diandalkan dan menjadi trademark/brand. Tentulah kita harus memiliki passion yang dapat meracuni mereka, dalam arti kita memberikan virus yang mampu menjangkiti mereka mengenal diri dan kemampuan mereka. Sehingga anak didik memiliki semangat untuk mengenal kemampuan diri dengan baik. Kemampuan diri atau passion itu harus dicari, harus digali. Sebab tidak akan muncul dengan sendirinya. Sehingga ungkapan tak kenal maka tak sayang itu kita balik menjadi aku sayang karena aku tahu, aku cinta karena aku mau. Dengan mengetahui dan menyayangi diri, diharapkan anak-anak akan mampu menjaga diri mereka dengan baik. Tidak mudah terkena pengaruh buruk dari manapun.
Memberikan contoh orang-orang terkenal dalam bidang apapun, yang berjuang dari titik nol sampai menjadi orang sukses, mungkin bisa menjadi alternative. Mengarahkan anak didik untuk tahu bahwa mereka memiliki satu hal yang bisa diandalkan, tentang hal apapun. Artinya, ada nilai jual pada diri mereka, dan mereka harus pintar memilih cara untuk memasarkannya. Pengertian memasarkan disini, bagaimana anak didik kita bisa memilih cara dan media yang bisa mengeksplor kemampuan mereka untuk bisa diakui orang banyak. Sehingga pada akhirnya kemampuan dan kelebihan itu menjadi ‘Brand” yang dapat mereka jual.
Tugas kita sebagai pendidik adalah membimbing agar kemampuan dan cara mereka mengasah dan mengeksplor kemampuan dan bakat itu agar tidak salah jalan. Sebab lingkungan pergaulan dan ketersediaan media yang sangat luar biasa, menjadi pisau bermata dua.
Satu nasehat yang bisa ditanamkan pada anak-anak, bahwa “ Menjadi sukses, itu pilihan. Akan tetapi mau jadi apapun kita, mencari ilmu adalah jalan utamanya. Sebab ilmu itu yang akan menuntun jalannya kesuksesan “
Semoga bermanfaat.
By Umi Fadila