MTsN 5 Tulungagung: Menuju Madrasah Adiwiyata

Manusia hidup butuh makan, udara, suasana nyaman dan lain-lain. Hampir semua yang dibutuhkan manusia bersinggungan dengan alam. Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran manusia untuk mau menjaga, merawat dan mengembangkan alam sekitarnya.

Selain sebagai tempat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, mengenal norma dan etika yang diterapkan dalam kehidupan,  madrasah juga memegang peranan penting dalam mencetak generasi masa depan, para calon pemimpin bangsa sehingga dituntut  harus mampu membentuk dan membangun sikap warganya untuk peduli dan mau berpartisipasi dalam pelestarian alam sekitarnya. Diperlukan  pembiasaan secara terus menerus sehingga terbentuklah gaya hidup atau budaya hidup sehat dan peduli lingkungan. Secara riil, kerjasama dan partisipasi seluruh warga sekolah, juga keteladanan dari para pemimpin sangat dibutuhkan.

Gambar: Kepala madrasah bersama siswa menanam pohon mangga di halaman madrasah.

Predikat madrasah adiwiyata bukanlah tujuan utama, melainkan bagaimana terbentuk madrasah peduli dan berbudaya lingkungan.  Seluruh warga madrasah mampu berpartisipasi dan melaksanakan upaya pelestarian lingkungan juga pembangunan berkelanjutan  bagi kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang.

Untuk mencapai tujuan tersebut, ada empat komponen program yang  harus dilaksanakan yaitu:

  1. Kebijakan Berwawasan lingkungan
  2. Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Lingkungan
  3. Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipasif
  4. Pengelolaan Sarana Pendukung Ramah Lingkungan

Upaya-upaya dalam mencapai suksesnya program adiwiyata di antaranya, perlu didukung oleh  gerakan 5R sebagai berikut:

  1.      Recycle

 Recycle atau mendaur ulang adalah kegiatan mengolah kembali atau mendaur ulang. Pada prinsipnya, kegiatan ini memanfaatkan barang bekas dengan cara mengolah materinya untuk dapat digunakan lebih lanjut. Contohnya adalah memanfaatkan dan mengolah sampah organik untuk dijadikan pupuk kompos.

2. Reuse

 Reuse atau penggunaan kembali adalah kegiatan menggunakan kembali material atau bahan yang masih layak pakai. Sebagai contoh, kantong plastik atau kantong kertas yang umumnya didapat dari hasil kita berbelanja, sebaiknya tidak dibuang tetapi dikumpulkan untuk digunakan kembali saat dibutuhkan.

3. Reduce

Reduce atau pengurangan adalah kegiatan mengurangi pemakaian atau pola perilaku yang dapat mengurangi produksi sampah serta tidak melakukan pola konsumsi yang berlebihan. Contoh menggunakan alat-alat makan yang tahan lama dan berkualitas sehingga memperpanjang masa pakai produk atau mengisi ulang atau refill produk yang dipakai seperti aqua galon, tinta printer dan lain-lain. Hal ini dilakukan untuk mengurangi potensi bertumpuknya sampah wadah produk di lingkungan madrasah.

4. Replace

Replace atau Penggantian adalah kegiatan untuk mengganti pemakaian suatu barang atau memakai barang alternatif yang sifatnya lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali. Upaya ini dinilai dapat mengubah kebiasaan seseorang yang mengakibatkan menumpuknya sampah. Contohnya mengubah penggunaan kantong plastik atau kertas belanjaan dengan membawa tas belanja sendiri yang terbuat dari kain.

5. Replant

Gambar: Kepala madrasah melakukan kegiatan pemeliharaan taman

Replant atau penamanan kembali adalah kegiatan menanam atau mengganti tanaman yang rusak/mati. Dengan menanam beberapa pohon, lingkungan akan menjadi indah dan asri, membantu pengaturan suhu pada lingkungan sekitar, dan mengurangi kontribusi atas pemanasan global. 

Dengan melaksanakan gerakan 5 R tersebut, berarti kita ikut serta dalam melestarikan dan memelihara lingkungan agar tidak rusak atau tercemar.

Tim Humas

Akun resmi hubungan masyarakat MTsN 5 Tulungagung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *