MTsN 5 Tulungagung: Menciptakan Budaya Guru Penggerak 4.0 Melalui Bimtek Penyusunan Soal AKM

Tampilan layar Zoom Meeting Bimtek Penyusunan Soal AKM di Ruang Guru MTsN 5 Tulungagung

MTsN 5 Tulungagung—Guru merupakan kunci utama dalam membawa pendidikan di masa depan menjadi yang lebih baik. Oleh karena itu, di momen ini seluruh guru dituntut untuk menjadi guru penggerak atau guru harus melakukan perubahan dalam proses pembelajaran dan tidak terpaku pada hal-hal konvensional. Tugas guru salah satunya adalah mempersiapkan masa depan anak didiknya. Jadi guru harus benar-benar memahami pemetaan potensi peserta didik. Agar pembelajaran yang dilakukan dapat mencapai hasil yang diharapkan.

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 13 – 16 Januari 2021 telah dilaksanakan Bimtek Penyusunan Soal AKM yang dihadiri oleh bapak ibu guru tingkat MI, MTs, dan MA sekabupaten Tulungagung secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting yang diatur satu titik Zoom untuk satu lembaga atau satuan kerja. Dalam program bimtek tersebut menghadirkan beberapa pemateri kawakan dalam bidang literasi dan numerasi. Kali ini bapak ibu guru diberi kesempatan untuk mencicipi bentuk-bentuk soal Asesmen Kompetensi Minimal (AKM) yang mulai digencarkan oleh Kemendikbud dan Pendma Kemenag guna menjawab tuntutan zaman yang terus berkembang. Tidak ketinggalan juga kesempatan ini diberikan pula kepada guru-guru semua mata pelajaran untuk menjajal kebolehannya dalam memproduksi soal-soal yang berbasis AKM. Ya, untuk semua guru mata pelajaran, tidak terbatas pada mata pelajaran yang di UN-kan.

            Sebelumnya perlu diketahui bahwa AKM merupakan penilaian kompetensi dasar yang diperlukan oleh semua peserta didik untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Terdapat dua kompetensi mendasar yang diukur AKM: Literasi membaca dan literasi matematika (numerasi). Baik pada literasi membaca dan numerasi, kompetensi yang dinilai mencakup keterampilan berpikir logis- sistematis, keterampilan bernalar menggunakan konsep serta pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah serta mengolah informasi. AKM menyajikan masalah-masalah dengan beragam konteks yang diharapkan mampu diselesaikan oleh murid menggunakan kompetensi literasi membaca dannumerasi yang dimilikinya. AKM dimaksudkan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, tidak sekedar penguasaan konten.

            Literasi membaca didefinisikan sebagai kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks tertulis untuk mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan dunia untuk dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat.

            Numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matemarika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.

            Pada Bimtek Penyusunan Soal AKM ini bertujuan mempersiapkan bapak ibu guru untuk mampu membangun iklim kelas yang berbasis literasi dan numerasi. Awal mulanya, dikenalkanlah bagaimana konsep literasi dan numerasi itu. Proses membangun dan menyusun, menjadikannya kompleks dan mampu diterapkan dalam kelas. Bimtek berlangsung selama empat hari dengan pembagian kelompok sesuai bidang mata pelajaran. Semisal untuk bidang literasi membaca untuk semua mata pelajaran. Untuk bidang Numerasi lebih difokuskan pada bapak ibu guru pengampu mata pelajaran Matematika, Ekonomi, dan IPA.  Dan yang terakhir bidang literasi sains khusus untuk mata pelajaran IPA.           

Ada tiga narasumber yang dipercaya pihak Pendma Kemenag Kabupaten Tulungagung sebagai pemateri bimtek dengan pembagian jenjang persatuan kerja, yakni Dr. Titik Harsiati sebagai pemateri bidang literasi, Dr. Endah Budi Rahaju didapuk pada bidang numerasi, dan Drs. Imam Sucahyo, M.Si di bidang literasi sains. Selain melalui media Zoom Meet, bimtek ini juga menyediakan akses untuk siaran langsung di Youtube channel milik Pendma Kurikulum. Acara berlangsung cukup antusias dan energik. Peserta bimtek juga tidak hanya berperan sebagai pendengar akan tetapi diberi kesempatan untuk menjajal kemampuan diri membuat soal AKM sebagai tugas akhir bimtek.  Pada mulanya akan terasa sulit, namun seiring berjalannya waktu dan giatnya mencoba dan mencoba pasti akan terbiasa dan menjadi ahli.

Yang jelas bentuk soal AKM memang sedikit berbeda dari bentuk-bentuk soal lain, di mana penekanan fokus utama soal harus diperhitungan dari sisi konten dan konteks yang nantinya dijabarkan menjadi soal-soal. Bersinergi dengan konsep soal HOTS pun menjadi patokan utama, agar soal-soal yang diproduksi semakin berkualitas.

Maka untuk mendukung itu semua yang dapat dilakukan seorang guru adalah harus mampu menjadi unsur penggerak dalam kelas yang ia jalankan. Untuk selanjutkan proses apapun itu akan lebih mudah untuk dilakukan. Beberapa langkah untuk menjadi guru penggerak, yakni pertama, belajar teknologi. Aspek ini adalah mutlak bagi guru di era digital. Teknologi berkembang dengan pesat, dunia berubah dengan kecepatan yang tidak terbayangkan. Guru harus mengaktualisasikan diri dengan perkembangan yang ada. Salah satunya dengan mengikuti bimtek-bimtek pengembangan diri. Kedua, guru harus banyak belajar ilmu-ilmu baru, metode baru, dan karakter-karakter baru. Seperti halnya AKM, ini adalah inovasi baru dan guru harus mampu mempelajari ilmu baru ini untuk menciptakan proses yang lebih kreatif. Ketiga, guru diminta untuk terus berinovasi. Tidak boleh terpaku dengan sumber belajar yang telah tersedia, tapi mampu mengembangkan lebih dari yang sudah ada. Sekali lagi, AKM bukanlah beban untuk para guru di mana pun berada. AKM ada sebagai inovasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang ada di kelas selama ini. Memperbaiki kualitas soal akan berdampak pada kualitas cara berpikir peserta didik kita di masa depan.  (ik)

Tim Humas

Akun resmi hubungan masyarakat MTsN 5 Tulungagung.

3 komentar pada “MTsN 5 Tulungagung: Menciptakan Budaya Guru Penggerak 4.0 Melalui Bimtek Penyusunan Soal AKM”

  • 21 Januari 2021 pada 1:45 am
    Permalink

    Sangat keren sekali

  • 21 Januari 2021 pada 3:21 am
    Permalink

    Semoga para murid sanggup untuk mempersiapkan AKM ini👍🏼👍🏼

  • 27 Januari 2021 pada 1:24 am
    Permalink

    Kerennn

Komentar ditutup.