PELATIHAN IKM BERBASIS KOMUNITAS BERSAMA BALAI DIKLAT KEAGAMAAN SURABAYA

Dalam rangka meningkatkan pemahaman terhadap Kurikulum merdeka, maka MTsN 5 Tulungagung bersama dengan Balai Diklat Keagamaan Surabaya kemarin Selasa, 18 Juli 2023 menggelar Pelatihan Iplementasi Kurikulum Merdeka Berbasis komunitas bertempat di MTsN 5 Tulungagung.
Pelatihan kali ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik di MTsN 5 Tulungagung. Pada pelatihan ini hadir widyaswara yang handal, sangat disenangi oleh peserta karena semangatnya yang tinggi dan keunikannya yaitu Bapak Dr. H. Widayanto, M.Pd dari Balai Diklat Keagamaan Surabaya. .Beliau tidak bosan-bosannya selalu memberi motivasi dan semangat untuk menjadi pendidik yang baik, kreatif dan inovatif.
Dalam paparannya beliau mengingatkan kembali bahwa untuk mengimplementasikan kurikulum merdeka sebelum guru mengajar di awal tahun mereka harus sudah siap dengan 4 komponen/ perangkat pembelajaran yaitu CP, TP, ATP dan MA.

Berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP), bersama guru mapel yang sama menentukan Tujuan Pembelajaran (TP), Setelah TP terbentuk maka guru harus memetakan TP tersebut dalam masing-masing kelas yaitu 7, 8 dan 9. Pemetaan ini disebut dengan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Setelah mempunyai ketiga komponen tersebut maka guru harus membuat Modul Ajar (MA). Dalam kurikulum 13 ini disebut dengan RPP lengkap.
Bukan hanya mengulas tentang Modul Ajar tetapi dengan gamblang dan lucunya beliau juga memaparkan tentang pembelajaran kurikulu merdeka berbasis komunitas.
Dalam mengimplemantasikan kurikulum merdeka kita mengenal dua macam pembelajaran yaitu pembelajaran intrakurikuler dan proyek. Pembelajaran intrakurikuler dilaksanakan oleh guru sedangkan pembelajaran proyek dilakukan oleh tim fasilitasi yang sudah ditunjuk oleh Kamad dan Waka.
Pembelajaran intrakurikuler dan proyek harus diikuti oleh seluruh siswa. Pembelajaran intrakurikuler meliputi kompetensi kognitif dan keterampilan sedangkan pembelajaran proyek di madrasah meliputi P5 dan P2RA. proyek untuk menilai sikap spiritual dan sosial.
Peserta workshop semakin bersemangat ketika Pak Wid (sapaan akrabnya) mengadakan tes formatif dan sumatif. Tes formatif dilakukan secara berkelompok sedangkan tes sumatif. diberikan melalui melalui quiz online. Nampak para peserta sangat senang dan puas terbukti semua bisa mengikuti sampai akhir acara tanpa mengeluh. Semoga bisa menambah semangat bagi seluruh pendidik di MTsN 5 Tulungagung. Aamiin.

Kurikulum yang berpusat pada peserta didik memberi ruang peserta didik untuk terlibat secara aktif dalam memproduksi pengetahuan dan pembelajaran ( Reginald Monyai dala Teacher Education in the 21st Century).