Study Wisata: Selalu Ada Sesuatu di Jogja

… Hingga kini masih selalu ku nanti-nanti
Terbawa lagi langkahku ke sana
Mantra apa entah yang istimewa
Ku percaya selalu ada sesuatu di Jogja…

Sepenggal lirik lagu milik Adhitia Sofyan dengan judul Selalu Ada Sesuatu di Jogja, menggambarkan sama persis di benak setiap orang yang telah melakukan perjalanan ke tanah para sultan, Yogyakarta. Setelah vakum selama dua tahun lebih, syukur alhamdulillah keluarga besar MTsN 5 Tulungagung dapat melanjutkan agenda tahunan yang selalu dinanti-nanti setiap tahunnya. Perjalanan singkat ke Jogja. pada kesempatan kali ini, tim panitia begitu ingin menghadirkan kegiatan yang tidak akan bisa terlupakan.

Sangat disayangkan saat pandemi melanda kegiatan study wisata harus ditunda beberapa kali. Kondisi dunia yang tidak terlalu ramah, juga kesehatan adalah prioritas utama dari segala hal. Maka, pada bulan Oktober 2022, tepatnya pada tanggal 11 – 12, rombongan MTsN 5 Tulungagung bertolak ke Jogja dan Magelang untuk melepaskan beban dan lelah, menikmati perjalanan panjang menyusuri kota-kota menuju tujuan bersama.

travel.kompas.com

Peserta study wisata diikuti oleh lebih dari 300 peserta dengan rincian terdiri dari kelas 8 dan 9. Didampingi oleh bapak ibu guru dan panitia yang berasal dari agen travel. Bersama-sama mereka berangkat dari MTsN 5 Tulungagung sekitar pukul 21.00 WIB dan sesuai rundown acara, lokasi pertama wisata adalah Candi Borobudur yang masih menampilkan kemegahan dan keindahannya. Meski kami harus puas dengan tidak naik ke tubuh candi dikarenakan alasan keamanan dan bentuk usaha menjaga kondisi candi yang perlu renovasi.

travel.kompas.com

Perlu diketahui usia Candi Borobudur tidaklah muda lagi. Usia bangunan yang telah mencapai ratusan tahun itu harus benar-benar dikelola dengan baik dan penuh kesadaran dan kepedulian. Sempat menjadi perdebatan kenapa muncul pelarangan menaiki tubuh Candi Borobudur, hal tersebut dilakukan bukan dasar semata-mata ingin menghebohkan jagat dunia maya, akan tetapi benar-benar ingin menjaga kondisi candi dan tetap menjaga keselamatan pengunjung. Karena pada dasarnya candi tidak lagi mampu menopang manusia-manusia yang menjajahi tubuhnya.

Perjalanan berlanjut, setelah menelusuri Candi Borobudur, rombongan menuju lokasi kedua, yakni Taman Pintar. Lokasi wisata edukasi ini begitu sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan yang berasal dari sekolah-sekolah. Karena kelengkapan dan sumber-sumber ilmu pengetahuan yang tempat itu suguhkan sangat cocok dengan usia-usia anak sekolahan. Berlanjut dari sana, rombongan mampir ke Museum Benteng Vredeburg. Museum Benteng Vredeburg adalah sebuah museum yang terletak di depan Gedung Agung dan Kraton Kesultanan Yogyakarta. Sekarang, benteng ini menjadi sebuah museum. Di sejumlah bangunan di dalam benteng ini terdapat diorama mengenai sejarah Indonesia. Benteng ini dibangun sebagai pusat pemerintahan dan pertahanan residen Belanda kala itu, dengan dikelilingi oleh sebuah parit (jagang) yang sebagian bekas-bekasnya telah direkonstruksi dan dapat dilihat hingga sekarang. Benteng berbentuk persegi ini mempunyai bastion (menara pantau) di keempat sudutnya.

travel.kompas.com
travel.kompas.com
travel.tribunnews.com

Setelah mengusut tuntas kisah-kisah pada Museum Benteng Vredeburg, perjalanan berlanjut ke jalanan Malioboro yang sangat ramai dan fenomenal. Rombongan dibebaskan untuk mengeksplorasi setiap sudut Malioboro. Jalan Malioboro merupakan nama salah satu kawasan jalan dari tiga jalan di Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta. Secara keseluruhan terdiri atas Jalan Margo Utomo, Jalan Malioboro, dan Jalan Margo Mulyo. Jalan ini merupakan poros Garis Imajiner Kraton Yogyakarta. Ikon yang paling terkenal adalah plang jalan bertulisan Jl. Malioboro. Kita harus siap-siap mengantre apabila ingin berfoto di bawah plang viral tersebut.

Selanjutnya perjalanan kembali bergerak menuju Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala yang merupakan salah satu museum yang berlokasi di kompleks Pangkalan Udara Adisucipto. Museum Pusat TNI AU “Dirgantara Mandala” adalah museum yang digagas oleh TNI Angkatan Udara yang berisikan benda-benda koleksi sejarah, di mana sebagian besarnya berupa pesawat terbang yang pernah mengabdikan diri di lingkungan TNI AU. 

Dan tibalah di penghujung waktu, setelah makan siang, istirahat,beribadah dan menyempatkan diri untuk membeli oleh-oleh. Maka pada akhirnya sampailah pada saat perpisahan. Kami harus berpuas diri untuk mengakhiri perjalanan penuh semangat dan keceriaan ini. Kami bersiap untuk kembali pulang.

Adakalanya kami tidak menyadari bahwa pada setiap waktu dan senti meniti jalan pulang ada sesuatu yang telah kami tinggalkan dan kami resapi itu sebagai sesuatu yang disebut kenangan. Bagaimana kami mengambil gambar dan video, merekam setiap jejak dan tawa kami di sana. Tidak akan mudah lepas untuk segera dilupakan. Esok hari pasti akan mengalir kembali cerita-cerita yang telah kami lalui. Perasaan-perasaan yang tumpah ruah itu serasa menggerogoti meminta untuk diulangi kembali. Maka, benar adanya jika selalu ada sesuatu di Jogja. (ik)

Tim Humas

Akun resmi hubungan masyarakat MTsN 5 Tulungagung.