Blog Guru: Happy Mengatur Uang Saku

Mengatur keuangan selama menjadi pelajar sebetulnya nggak terlalu sulit lho. Mudah memang jika kita masih diberikan uang saku sama orang tua untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun untuk yang hidup sendiri atau merantau dan lepas dari orang tua, yang namanya keuangan harus benar-benar dikelola dengan baik. Karena jika tidak, kamu akan terjebak dalam berbagai macam kesulitan keuangan seperti sulit membayar uang semesteran atau bayar buku misalnya.
Sebetulnya, bagaimana sih cara mengatur uang jajan yang baik bagi pelajar? Disinilah pentingnya kamu perlu belajar mengelola keuangan yang baik. Cara untuk mengatur uang tidak cuma satu, guys. Setiap orang punya kebutuhan yang berbeda-beda. Maka dari itu cara berhematnya pun tergantung dengan skala ukurannya masing-masing. Berikut Bu Umi sudah rangkum berbagai cara mengatur uang untuk pelajar!
Sebelum mulai, dicatat ya istilah dari rumusnya!
1. Buat kalian yang cari aman

Kamu bisa membagi pemasukan kamu menggunakan konsep yang biasa disebut 50/30/20.
N = 50.
50 persen uang kamu digunakan untuk kebutuhan penting yang kamu harus prioritaskan.
W = 30.
30 persen uang kamu disisihkan untuk keinginan kamu seperti kebutuhan sosial, hobi, hiburan, dan lain-lain.
S = 20.
20 persen uang yang kamu punya dimpan untuk ditabung.
Ini cara yang mungkin paling sering ditemui untuk anak sekolah! Jadi bisa saja cara yang satu ini jodoh kamu juga
2. Buat kalian yang ingin hepi-hepi
Ini rumusnya :

N = N.
Loh, kenapa cuma N? Karena yang N ini akan bergantung dengan jumlah kebutuhan kamu. Entah kamu ingin meminimalisir kebutuhan kamu, atau bahkan kamu bergantung kepada orang tua untuk memenuhi kebutuhan kamu.
W = 90 – N.
Nah, setelah kamu tahu jumlah kebutuhan kamu, kamu bisa mengurangi 90 persen dari kebutuhan mu dengan N. Jadinya, hampir keseluruhan uang yang kamu miliki akan digunakan untuk hiburan.
S = 10.
10 persen uang jajan kamu ditabung! Asumsinya, kamu tidak suka menabung karena kamu butuh uang agar bisa digunakan untuk membeli jasa atau barang yang membuat kamu hepi, nih. Jadi kamu bisa menyisihkan uang untuk ditabung dengan jumlah yang paling sedikit.
Setelah memahami poin-poin penting di atas, selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah membuat rencana anggaran keuangan rutin bulanan. Atur dengan baik agar tidak menjadi “lebih besar pasak daripada tiang” alias terlalu besar pengeluaran dibandingkan pemasukan. Namun apabila kenyataannya pengeluaranmu lebih besar, kamu bisa pangkas biaya pengeluaran yang sebenarnya tidak terlalu penting. Tetap evaluasi pengeluaranmu setiap bulannya secara rutin.
Masih banyak pelajar yang menyepelekan pengelolaan keuangan yang akhirnya membuat situasi kehabisan uang saku tak dapat dihindari. Mulai sekarang, ayo berlatih untuk mengatur keuangan mulai dari pemasukan hingga pengeluaran yang rutin kamu gunakan setiap bulannya. Agar kondisi keuanganmu tetap sehat dan tidak meminta uang saku tambahan pada orang tua. (Um)
Terimakasih sudah menulis artikel yang sangat bermanfaat ini. Kenalin aku Vania dari walisongo.ac.id